SUNGAIPENUH, JAMBITV.CO – Masyarakat wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi kembali melaksanakan tradisi pelepasan calon jemaah haji (CJH) dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius ini digelar di Masjid Agung Pondok Tinggi, dengan rangkaian acara doa bersama, parno adat, hingga iringan tale naik joi.
Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa bagi para calon jemaah haji agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali sebagai haji yang mabrur.
Dalam prosesi adat ini, sebanyak 32 calon jemaah haji dilepas secara resmi oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. Suasana semakin khidmat dengan lantunan tale naik joi yang menggambarkan harapan dan doa masyarakat.
Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan kenduri adat berupa makan bersama dengan hidangan khas Pondok Tinggi, yakni nasi ibat. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Jelang Idul Fitri 1447 H, Warga Tanjab Timur Ramai Berburu Kue Lebaran di Pasar Tradisional
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas terjaganya tradisi yang dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pondok Tinggi, Harpendi Johar, menyebutkan bahwa tradisi ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan terus dilestarikan hingga saat ini sebagai bagian dari warisan budaya lokal.
“Tradisi ini bukan hanya seremoni pelepasan, tetapi juga bentuk kebersamaan dan doa seluruh masyarakat untuk para calon jemaah haji,” ujarnya.
Tradisi pelepasan calon jemaah haji ini menjadi salah satu wujud kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Pondok Tinggi.