KERINCI, JAMBITV.CO - Permukaan air Danau Kerinci mengalami penyusutan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Perubahan drastis ini langsung memicu keresahan warga di sekitar danau, terutama nelayan dan pelaku usaha wisata yang menggantungkan hidup dari ekosistem perairan tersebut.
Sorotan publik mengarah pada aktivitas uji coba turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT KMH Batang Merangin. Masyarakat menduga proses teknis tersebut ikut memengaruhi debit air danau, meski hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan.
Alih-alih memberi klarifikasi, humas perusahaan bernama Aslori justru tak merespons konfirmasi wartawan. Sikap diam ini memperbesar kegelisahan publik, terlebih uji coba dilakukan tanpa pemberitahuan atau sosialisasi sebelumnya.
BACA JUGA:Air Danau Kerinci Menyusut, Warga : Dihisap Naga
Aslori Bungkam, DPRD dan Warga Desak Penjelasan Terbuka
Sejumlah tokoh masyarakat menilai bungkamnya pihak humas sebagai bentuk minimnya tanggung jawab komunikasi kepada publik. Menurut mereka, proyek berskala besar yang bersentuhan langsung dengan lingkungan seharusnya berjalan transparan.
Warga pesisir danau mengaku terkejut melihat air surut dalam waktu singkat. Mereka merasa tidak diberi ruang untuk bersiap menghadapi dampak yang mungkin muncul. Situasi ini memicu kepanikan karena aktivitas ekonomi harian langsung terganggu.
Anggota DPRD setempat ikut menyuarakan kekecewaan. Mereka menilai perusahaan semestinya proaktif memberi informasi sejak awal agar masyarakat tidak berspekulasi dan merasa diabaikan.
BACA JUGA:BWSS Jambi Sebut Uji Coba Pengaliran PLTA PT KMH Jadi Penyebab Permukaan Air Danau Kerinci Surut
Penyusutan air bukan hanya soal perubahan lanskap danau. Habitat ikan mulai terganggu akibat turunnya volume air dan meningkatnya suhu permukaan. Beberapa nelayan mengaku hasil tangkapan merosot tajam dibanding hari-hari normal.
Sebagian perahu kini sulit beroperasi karena garis air semakin menjauh dari dermaga kecil milik warga. Kondisi ini memaksa nelayan berjalan jauh untuk melaut atau bahkan memilih tidak melaut sama sekali.
Ahli lingkungan di Kerinci menyebut fluktuasi air ekstrem berpotensi merusak keseimbangan ekosistem danau, terutama bila terjadi berulang tanpa kajian dampak lingkungan yang terbuka untuk publik.
Di tengah ketidakjelasan informasi, masyarakat mendesak Jusuf Kalla selaku pimpinan PT Bukaka untuk datang langsung meninjau kondisi Danau Kerinci.
Harapan warga sederhana: melihat fakta lapangan secara langsung dan memastikan aktivitas PLTA tidak merusak sumber penghidupan masyarakat.
Mereka menilai kehadiran tokoh nasional akan mempercepat solusi serta membuka ruang dialog antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga terdampak.