SUNGAIPENUH, JAMBITV.CO - Saat isu kesehatan mental semakin mendapat perhatian, Puskesmas Kumun tampil sebagai pelopor di Kota Sungai Penuh dengan menghadirkan layanan kesehatan jiwa rawat jalan. Dari 11 Puskesmas yang ada, hanya Puskesmas ini yang menyediakan akses langsung bagi pasien dengan gangguan kejiwaan.
Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama keluarga pasien, yang selama ini kesulitan mengakses perawatan jiwa di tingkat pertama.
Kabid Pelayanan Kesehatan dan SDK Dinkes Kota Sungai Penuh, Yefrizal, menjelaskan bahwa sistem layanan dirancang agar tepat sasaran. Pasien yang ingin dirawat harus lebih dulu menjalani pemeriksaan awal di rumah sakit tingkat pertama untuk memastikan diagnosis gangguan jiwa secara klinis.
“Tujuannya agar pasien mendapat penanganan sesuai dengan kebutuhan medisnya. Setelah itu, kami di Puskesmas bisa lanjutkan dengan terapi rawat jalan yang teratur,” ujar Yefrizal Kamis ( 29/01).
BACA JUGA:Pasien Kritis Digigit Tawon Ditolak Puskesmas Semerap, Keluarga Mengamuk
Sejak layanan ini berjalan, Puskesmas Kumun telah melayani Ribuan pasien, dengan berasal dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa yang terjangkau dan mudah diakses.
Menariknya, latar belakang pasien sangat beragam. Tak hanya karena faktor genetik, tapi juga akibat penyalahgunaan narkoba, stres berat, hingga tekanan sosial yang tidak tertangani.
“Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tapi juga edukasi kepada keluarga agar pasien mendapat dukungan yang cukup di rumah. Ini penting dalam proses pemulihan,” tambahnya.
Kehadiran layanan ini sekaligus membuktikan bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari pelayanan dasar, yang harus dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya di rumah sakit besar. dengan harapan langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi Puskesmas lainnya untuk membuka layanan serupa.
Dengan komitmen dan pendekatan yang ramah, Puskesmas Kumun tidak hanya memberi harapan bagi pasien, tapi juga menjadi contoh nyata bahwa perhatian terhadap kesehatan jiwa bisa dimulai dari tingkat paling dasar pelayanan kesehatan.