BATANGHARI, JAMBITV.CO - Terkait aksi unjuk rasa warga yang menuntut pemerintah untuk segera mencopot jabatan Kepala Desa Benteng Rendah. Inspektorat Kabupaten Batang Hari memastikan akan menindaklanjuti laporan warga. Inspektorat juga berjanji segera melakukan audit terhadap Kepala Desa Benteng Rendah.
Setelah menerima beberapa poin yang menjadi tuntutan dari aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam. Salah satunya meminta pemerintah Kabupaten Batang Hari untuk segera mencopot jabatan Kepala Desa Benteng Rendah berinisial “H.” Pemerintah daerah setempat memastikan akan menindaklanjuti laporan warga. Bahkan sebagai langkah awal, pihak inspektorat akan segera melakukan audit terhadap kepala desa benteng rendah berinisial “H.” BACA JUGA:Aksi Unjuk Rasa Warga Benteng Rendah Desak Pemerintah Copot Jabatan Kades Bahkan Inspektur Daerah Kabupaten Batang Hari, Muhammad Rokim menegaskan. Setelah menerima aspirasi warga, ia langsung menginstruksikan tim auditor inspektorat untuk segera turun ke lapangan menindaklanjuti laporan tersebut, serta melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Kepala Desa Benteng Rendah. Yakni direncanakan pada Kamis pekan ini, tepatnya 27/11/2025. “Kami selaku aparat pembina dan pengawas internal, sudah menerima apa yang disampaikan oleh semuanya yang menyampaikan aspirasi, yang jelas kami menerima apa yang disampaikan dan akan menindaklanjuti,” ujarnya. BACA JUGA:Aksi unjuk rasa santri, minta aparat hukum usut tuntas fitnah kepada ulama Dengan demikian, Muhammad Rokim juga meminta kepada warga Desa Benteng Rendah untuk tetap menahan diri, dan menjaga kondusifitas di desa setempat. Sembari menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim auditor Inspektorat Kabupaten Batang Hari. Pemeriksaan itupun dipastikan akan berjalan secara profesional dan transfaran sesuai prosedur yang berlaku. Untuk diketahui, polemik ini dipicu lantaran sejumlah warga Desa Benteng Rendah Kecamatan Mersam merasa kecewa dan curiga terhadap kebijakan ataupun tindakan kepala desa. Sebab Kepala Desa Benteng Rendah berinisial “H” Diduga memanfaatkan tanah kas desa secara sepihak untuk aktivitas galian tambang batubara, dan diduga memanipulasi data kontrak kerjasama. Tanpa melibatkan masyarakat melalui proses musyawarah desa. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti penetapan biaya senilai 500 ribu sampai 2,5 juta rupiah dalam proses penerbitan sertifikat tanah, melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap atau PTSL yang digencarkan pemerintah pusat. BACA JUGA:Aksi Unjuk Rasa di Jambi Memanas Hingga Larut MalamRatusan Warga Desa Benteng Rendah Lakukan Unjuk Rasa, Minta Pemkab Cabut Jabatan Kepala Desa
Rabu 26-11-2025,12:14 WIB
Reporter : Pirdana Atrio
Editor : Suci Mahayanti
Kategori :
Terkait
Selasa 06-01-2026,09:55 WIB
Tuntut Kenaikan Gaji, Ratusan Sopir Dan Petugas Kebersihan Di Kota Jambi Unjuk Rasa
Kamis 11-12-2025,10:23 WIB
Penolakan zona merah Pertamina dari Emak-emak
Rabu 26-11-2025,12:14 WIB
Ratusan Warga Desa Benteng Rendah Lakukan Unjuk Rasa, Minta Pemkab Cabut Jabatan Kepala Desa
Senin 24-11-2025,13:14 WIB
BPBD Kabupaten Batang Hari Himbau Masyarakat untuk Waspadai Cuaca Ekstrem
Jumat 07-11-2025,12:39 WIB
Warga Desa Lubuk Paku Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan PLTA Kerinci
Terpopuler
Senin 02-02-2026,09:47 WIB
Sebarkan Video Tak Senonoh Mantan, Pria di Sabak Timur Diamankan Polisi
Senin 02-02-2026,09:42 WIB
Pria di Lambur 1 Ditemukan Tewas, Diduga Gantung Diri
Senin 02-02-2026,09:39 WIB
Geger! Lansia 83 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Blok A Geragai
Senin 02-02-2026,09:32 WIB
Humas PT KMH Bungkam, Surutnya Danau Kerinci Picu Amarah Warga
Senin 02-02-2026,09:29 WIB
Tabrak Truk Tronton Parkir di Jalinsum, Seorang Pemotor Meninggal Dunia
Terkini
Senin 02-02-2026,09:50 WIB
Polres Bungo Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan 2026
Senin 02-02-2026,09:47 WIB
Sebarkan Video Tak Senonoh Mantan, Pria di Sabak Timur Diamankan Polisi
Senin 02-02-2026,09:42 WIB
Pria di Lambur 1 Ditemukan Tewas, Diduga Gantung Diri
Senin 02-02-2026,09:39 WIB
Geger! Lansia 83 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Blok A Geragai
Senin 02-02-2026,09:34 WIB