Hujan Turun, Satgas Karhutla Muaro Jambi Tetap Siaga
Hujan Turun, Satgas Karhutla Muaro Jambi Tetap Siaga--Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Muaro Jambi, dan titik api terus menunjukkan penurunan. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya berakhir. Satgas Karhutla pun tetap disiagakan, menyusul masih adanya lahan yang belum terjangkau Hujan.
Hujan yang mengguyur Kabupaten Muaro Jambi dalam tiga hari terakhir mulai memberikan dampak terhadap penurunan aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Namun, kondisi ini belum membuat pemerintah daerah melonggarkan kewaspadaan. Tim Satuan Tugas Karhutla masih disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Berdasarkan evaluasi BPBD Muaro Jambi, penurunan titik api terlihat di sejumlah wilayah rawan, seperti Kumpeh Ilir, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Taman Rajo. Wilayah ini didominasi lahan gambut yang rentan terbakar. BPBD menyebut, hujan dengan intensitas sedang belum menjamin seluruh lahan bebas dari ancaman kebakaran, terutama pada lahan mineral yang belum tergapai hujan. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memperpanjang status siaga darurat karhutla hingga akhir November 2026.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, kebakaran tak hanya dipicu faktor alam, tetapi juga diduga akibat kelalaian manusia. Sanksi tegas menanti pelaku yang terbukti sengaja melakukan pembakaran. BPBD mencatat, sejak 19 Oktober hingga kini, tidak ada penambahan titik api baru. Meski demikian, total karhutla di Muaro Jambi telah mencapai 139 kejadian, dengan luas lahan terbakar 635,2 hektare.
BACA JUGA:Hujan Mulai Guyur Jambi, BMKG Prediksi Musim Hujan Berlangsung Lebih Pendek
"Saat ini memang ada sebagian wilayah di Kabupaten atau wilayah, alhamdulillah terjadi hujan sehingga dapat membasahi area-area yang rawan, sehingga itu membuatkan untuk sementara ini dapat membasahi dan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.
Hujan memang mulai menurunkan ancaman karhutla. Namun, kewaspadaan dan pencegahan tetap menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali meluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: