Ratusan Hektar Lahan Terdampak Kekeringan, Pemerintah Optimalkan Pompanisasi di Pasar Terusan
Ratusan Hektar Lahan Terdampak Kekeringan, Pemerintah Optimalkan Pompanisasi di Pasar Terusan--Jambitv.co
BATANGHARI, JAMBITV.CO – Pemerintah Kabupaten Batang Hari bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi akan mengoptimalkan pompanisasi untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda ratusan hektar sawah di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Setelah sempat dikeluhkan petani Pasar Terusan, pemerintah akhirnya turun tangan untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda sekitar 300 hektar lahan persawahan padi di desa setempat. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni dengan mengoptimalkan pompanisasi.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan sumber air sungai serta sumur bor milik warga sebagai langkah penanganan jangka pendek guna memenuhi kebutuhan air untuk mengaliri lahan persawahan petani di Desa Pasar Terusan.
BACA JUGA:Karhutla di Batang Hari Meluas, Empat Hektare Lahan Perkebunan Karet Terbakar di Bajubang
Sementara itu, Kepala Desa Pasar Terusan, Hidayatullah, mengaku penanganan ini harus segera dilakukan, mengingat air sungai di sekitar kawasan persawahan petani sudah mengering akibat terdampak kemarau panjang.
“Kami berharap dari kunjungan Pak Kabalai beserta tim ini mampu membantu memberi solusi kepada para petani kami, lahan persawahan kami ini terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan. Sebagaimana kita ketahui, lahan persawahan yang ada di Desa Pasar Terusan ini potensinya hampir 400 hektar, Pak, tepatnya 367 hektar LBS-nya. Kemudian sumber airnya juga berdampingan dengan lahan persawahan. Yang kami butuhkan atau petani butuhkan di Desa Pasar Terusan ini bagaimana mengalirkan air dari Sungai Batanghari itu menuju ke area persawahan yang ada di Desa Pasar Terusan.”
Menurut Hidayatullah, selain pompanisasi, ia juga mengusulkan penanganan jangka panjang melalui program percepatan pembangunan infrastruktur pengairan dan irigasi. Usulan tersebut mencakup pembangunan jaringan irigasi air tanah, pembangunan pintu air baru, serta normalisasi saluran irigasi yang sudah ada.
Berbagai upaya penanganan ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi air sekaligus mengurangi risiko kekeringan di areal persawahan petani, terutama saat musim kemarau mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: