Kemarau Panjang, 100 Hektare Sawah di Tebo Gagal Panen
Kemarau Panjang, 100 Hektare Sawah di Tebo Gagal Panen-Arief Rizal-Jambitv.co
TEBO, JAMBITV.CO - Dampak musim kemarau berkepanjangan, seluas seratus hektar lahan padi sawah di Desa Mangunjayo, Kabupaten Tebo, mengalami gagal panen. Padahal, para petani di sana sangat mengandalkan cuaca untuk bertanam padi.
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tebo sangat berdampak ke padi sawah Desa Mangunjayo. Pasalnya, ratusan hektar padi sawah gagal panen atau puso. Saat dikonfirmasi, 20 Oktober 2026, salah seorang warga, Basid, mengatakan luas lahan sawah di Desa Mangunjayo seluas seratus hektar dan tak satupun padi yang bisa dipanen. Selain faktor cuaca, dam yang bocor, dan mundurnya musim tanam, mempengaruhi gagal panen. Sementara sawah di Desa Mangunjayo merupakan tadah hujan, yang sepenuhnya bergantung dengan cuaca.
BACA JUGA:Kemarau Melanda, 300 Hektare Lahan Padi di Muara Bulian Terdampak Kekeringan
"Cuaca juga, terus kemudian dam yang dibangun sudah itu lama tidak ada dibangun, tidak diperbaiki, jadi damnya bocor. Waktu kami menanam padi, dam bocor, kemudian sesuai dengan musim lagi, karena kami ini kan satu tahun sekali. Kemudian sawah kami ini tadah hujan. Jadi tergantung dengan cuaca. Kalau cuaca kemarau ya pasti gagal panen. Lebih kurang 100 hektar. Tidak satupun yang manen padi dapat tahun ini," ucapnya.
Dikatakan Basid, saat ini TNI sedang memperbaiki dam. Untuk itu, kemungkinan besar petani akan kembali menanam padi pada 3 bulan pertama di tahun 2027.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: