Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Jambi Capai 13.500, Angka Harian Masih Fluktuatif
Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Jambi Capai 13.500, Angka Harian Masih Fluktuatif-Rudiansyah-Jambitv.co
KOTAJAMBI, JAMBITV.CO -Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kota Jambi mencapai 13.500 kasus di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Dinas Kesehatan Kota Jambi menyebut jumlah kasus ISPA masih berfluktuasi. Meski mengalami penurunan, angka kasus harian rata-rata masih berada di atas 250 kasus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, hingga Sabtu pekan lalu, total kasus ISPA tercatat mencapai 13.500 kasus. Pada hari terakhir pendataan, Sabtu, terdapat 270 kasus ISPA yang masuk dalam laporan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika, mengatakan jumlah kasus ISPA saat ini cenderung naik turun. Meski demikian, kasus harian rata-rata masih berada di atas 250 kasus. Menurutnya, kenaikan kasus hingga lebih dari 300 kasus per hari perlu menjadi perhatian karena dalam beberapa hari berikutnya jumlah kasus ISPA biasanya kembali mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Dampak Kabut Asap, Puskesmas Putri Ayu Catat 837 Kasus ISPA
"Kasus ISPA sampai hari Sabtu itu sebanyak 13.500. Hari terakhir hari Sabtu kemarin data yang masuk itu 270 kasus ISPA. Kasus ISPA nah itu turun sebenarnya ya fluktuatif, tapi rata-rata di atas 250. Ya terus bertambah tapi nah turun ya dia. Kalau saya lihat kalau ISPA-nya naik 300 lebih, nanti beberapa hari kemudian naik biasanya kasus ISPA-nya," katanta.
Rini menambahkan, hingga saat ini belum ada pasien ISPA yang harus menjalani perawatan inap. Pasien yang terdata masih menjalani pengobatan jalan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap karhutla, terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan.
Warga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: