Muaro Jambi Dikepung Asap,23 Puskesmas Sediakan Layanan Oksigen Gratis
--
Muaro Jambi - Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak buruk asap terhadap pernapasan, pemerintah daerah menyiapkan 23 rumah oksigen gratis yang tersebar di seluruh puskesmas.
Fasilitas ini disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan medis akibat kualitas udara yang memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan penyediaan rumah oksigen tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan di tengah kepungan asap karhutla.
"Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla ini, Bupati ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah oksigen kami hadirkan di 23 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi," kata Aang, Selasa (20/10).
Aang menegaskan, layanan rumah oksigen dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Warga yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan sesuai kondisi medisnya.
"Layanan rumah oksigen ini gratis. Kami berharap keberadaannya benar-benar bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang kurang baik," ujarnya.
Menurut Aang, keberadaan 23 titik rumah oksigen tersebut juga ditujukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan tersebarnya fasilitas di puskesmas, warga diharapkan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh pertolongan medis.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele paparan kabut asap. Asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga masalah pernapasan yang membutuhkan penanganan medis.
Masyarakat pun diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat. Warga juga diimbau menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri apabila mulai mengalami keluhan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: