Bupati Batang Hari Duga Kebakaran Tahura Disengaja untuk Kuasai Lahan
Bupati Batang Hari Duga Kebakaran Tahura Disengaja untuk Kuasai Lahan--Jambitv.co
BATANGHARI, JAMBITV.CO - Terkait maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tahura, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menduga adanya oknum yang sengaja membakar lahan untuk menguasai kawasan tersebut.
Maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Batang Hari, khususnya di kawasan Taman Hutan Raya atau Tahura Sultan Thaha Saifuddin Jambi, membuat Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief angkat bicara. Ia menduga kebakaran di kawasan Tahura terjadi karena adanya oknum yang sengaja membakar lahan untuk menguasai kawasan tersebut.
Menurut orang nomor satu di Bumi Serentak Bak Regam ini, dugaan tersebut perlu menjadi perhatian serius. Sebab, kebakaran di kawasan Tahura diduga bukan hanya dipicu kondisi alam, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan oknum tertentu yang ingin menguasai lahan, seperti menjadikan kawasan Tahura sebagai lahan perkebunan, yang dibuktikan dengan banyaknya lahan yang telah ditanami kelapa sawit.
BACA JUGA:Kebakaran di Muaro Jambi, 3 Rumah Permanen dan 3 Kendaraan Ludes Terbakar
"Ya memang adanya oknum-oknum yang, memang pengin menguasai lahan tersebut. Ya, mudah-mudahan oknum ini, biasanya mereka habis bakar lahan, kawan-kawan sudah cukup tegas, ya, tapi memang mereka sangat-sangat, sangat lincah ya. Mudah-mudahan sudah ini, mereka sudah mikir ya karena polisi sudah turun ke lapangan, terus kawan-kawan TNI juga sudah ikut memantau lokasi, mudah-mudahan mereka-mereka sudah, sudah tidak mengulang-ulang," ujarnya.
Sementara terkait penanganan kasus kebakaran tersebut, Bupati menilai aparat penegak hukum sampai saat ini masih berupaya melakukan penyelidikan. Terlebih, pengungkapan kasus ini menurutnya bukan perkara mudah, pasalnya oknum yang diduga melakukan pembakaran disebut kerap melarikan diri setelah melakukan aksinya. Karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut agar dugaan tersebut dapat dibuktikan, dan pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Untuk diketahui, per 8 Oktober 2026 tercatat sekitar 1.497 hektar kawasan hutan dan lahan di Kabupaten Batang Hari yang telah terbakar. Lebih dari 47 persen atau sekitar 706 hektare di antaranya membakar kawasan Tahura. Sementara untuk mengatasi kasus kebakaran ini, pemerintah daerah mengerahkan enam unit alat berat untuk membuat sekat bakar dan embung di kawasan Tahura.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: