Hari Ketujuh, Karhutla di TN Berbak Sembilang Belum Padam, Tim Gabungan Terkendala Air dan Medan

Hari Ketujuh, Karhutla di TN Berbak Sembilang Belum Padam, Tim Gabungan Terkendala Air dan Medan

Dikepung asap, tim tetap berusaha padamkan api--Manggala agni

TANJAB TIMUR, JAMBITV.CO – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, masih berlangsung hingga hari ketujuh, Senin (19/10/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT IKL masih berjibaku memadamkan titik api yang bertahan di lahan gambut, tepatnya di wilayah Labuan Pering, Kecamatan Sadu.

Pemadaman belum berjalan maksimal akibat medan yang sulit ditembus, minimnya sumber air, serta vegetasi yang rapat. Kondisi tersebut membuat pergerakan personel terbatas dan proses pembasahan titik api membutuhkan upaya ekstra.

BACA JUGA:Rp 30 Miliar Bantuan Karhutla Jambi Dipertanyakan? Al Haris : Tidak Mungkin Bantuan itu Kita Salah Gunakan !

Komandan Regu I Manggala Agni, Roman Dani, mengatakan seluruh unsur gabungan masih bertahan di lokasi untuk mencegah api meluas ke kawasan konservasi tersebut.

“Memasuki hari ketujuh, tim Manggala Agni bersama Satgas Darat, TNI, Polri, dan RPK dari perusahaan IKL terus melaksanakan pemadaman titik api karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Roman.

Ia menjelaskan, semak belukar di lahan gambut menyulitkan mobilitas petugas. Terbatasnya pasokan air juga menjadi kendala dalam memadamkan titik api yang masih aktif.

BACA JUGA:Gubernur Al Haris Berjibaku Padamkan Karhutla di Muaro Jambi, Dorong Masyarakat Manfaatkan Program PLTB

Akses menuju lokasi kebakaran turut terhambat pohon-pohon tumbang. Petugas terpaksa membuka jalur secara manual agar dapat menjangkau area terdampak dan melanjutkan pemadaman.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan terus mengintensifkan pemadaman dan pembasahan hingga api benar-benar padam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas, memperparah kabut asap, serta mengancam ekosistem kawasan konservasi.

Petugas juga memperkuat patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya api baru. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut berpotensi kembali terjadi ketika bara masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: