Gara-Gara Ditegur, Korban Dikejar Lima Orang dan Nyaris Ditusuk di Pulau Pandan Sarolangun

Gara-Gara Ditegur, Korban Dikejar Lima Orang dan Nyaris Ditusuk di Pulau Pandan Sarolangun

Gambar Hanya Ilustrasi--

SAROLANGUN, JAMBITV.CO – Aksi dugaan premanisme di jalan kembali meresahkan masyarakat Kabupaten SAROLANGUN, Provinsi Jambi. Seorang pengendara sepeda motor bernama Rafli nyaris menjadi korban penusukan setelah menegur seorang pria yang diduga menghalangi jalan di Desa Lubuk Sayak.

Peristiwa tersebut terjadi di jalan yang menghubungkan Kecamatan Pelawan menuju Desa Pulau Pandan, tepatnya di wilayah Desa Lubuk Sayak, Kabupaten SAROLANGUN.

Berdasarkan keterangan dalam laporan korban, kejadian bermula saat Rafli menegur seorang pria yang melintangkan sepeda motornya di jalan. Namun, teguran tersebut diduga membuat pria itu tidak terima.

Tak terima ditegur, pria tersebut kemudian diduga mengajak empat orang lainnya untuk mengejar Rafli. Kelima orang itu menggunakan tiga sepeda motor.

Dalam aksi pengejaran tersebut, salah seorang terduga pelaku disebut sempat berusaha menusuk korban. Beruntung, Rafli berhasil menghindar sehingga tusukan tersebut justru mengenai bagian kok atau bodi sepeda motornya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Rafli kemudian mendekati anggota TNI yang saat itu sedang berada di simpang Desa Pulau Pandan. Sementara itu, para terduga pelaku melarikan diri setelah korban berhasil lolos dari kejaran.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan Rafli ke Mapolsek Limun pada 15 Oktober 2026. Laporan itu diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Korban bersama keluarganya berharap agar pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dan mengamankan para terduga pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik terhadap Rafli maupun pengendara lain yang melintasi Desa Lubuk Sayak dan wilayah sekitarnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: