Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong Dalam Unjuk Rasa Protes Kabut Asap di Jambi
Unjuk Rasa Mahasiswa PMII, HMI dan GMNI atas persoalah Karhutla dan Kabut Asap di Provinsi Jambi, Kamis 15 Oktober 2026--
KOTA JAMBI, JAMBITV.CO – Mahasiswa dari berbagai elemen organisasi kembali turun ke jalan menggelar aksi protes atas persoalan kabut asap di Provinsi Jambi. Unjuk rasa mahasiswa gabungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kamis sore (15/10/2026).
Massa berkumpul di depan gerbang area perkantoran Gubernur Jambi untuk mendesak pertanggungjawaban Gubernur Jambi Al Haris. Mahasiswa menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan persoalan kabut asap masih sangat lamban.
Mahasiwa berusaha menerobos masuk ke depan kantor Gubernur Jambi sekitar pukul 16.00 WIB. Namun barisan mahasiswa langsung dihadap aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Aksi saling dorong sempat terjadi ketika mahasiswa terus berusaha menerobos barikade pengamanan yang memagari aksi.
Baca Juga : Demo Kabut Asap Memanas, Massa Aksi Terobos Pagar Kantor Gubernur Jambi
Aparat keamanan mulai menurunkan personel dilengkapi dengan kendaraan water canon. Ketegangna mereda karena pihak pengamanan akhirnya membiarkan massa aksi mendekati kantor Gubernur Jambi. Mahasiswa menyampaikan orasi bergantian tepat di pintu masuk kantor Gubernur Jambi.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut Al Haris untuk meminta maaf kepada Masyarakat atas kondisi karhutla dan kabut asap di Provinsi Jambi. Mahasiswa juga mendesak pencopotan kepala OPD terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan BPBD yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas.
Baca Juga : Al Haris Sebut Demo Kabut Asap sebagai Koreksi, Jelaskan Penggunaan Dana Bantuan Rp30 Miliar
Mahasiswa juga menuntut transparansi alokasi bantuan kabut asap dari Pemerintah Pusat untuk Pemprov Jambi senilai Rp 30 miliar. Selain itu, mahasiwa juga meminta Gubernur Jambi dan OPD terkait membuka data karhutla secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Unjuk rasa ini juga mendesak dilakukannya audit terhadap seluruh wilayah konsesi yang berulang kali terbakar serta meminta aparat mengusut korporasi yang wilayah konsesinya mengalami kebakaran. Mahasiswa juga menuntut pencabutan izin perusahaan yang terbukti terlibat menyebabkan karhutla atau lalai dalam melakukan pencegahan kebakaran di wilayah konsesinya.
Sampai berita ini diturunkan para pengunjuk rasa berangsur membubarkan diri. Para mahasiwa juga sangat kecewa, karena unjuk rasa ini tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Jambi Al Haris. Dari informasi yang dirangkum Al Haris ternyata sedang berada di Jakarta saat para mahasiswa mendatangi kantornya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: