Demo Kabut Asap Memanas, Massa Aksi Terobos Pagar Kantor Gubernur Jambi
Demo Kabut Asap Memanas, Massa Aksi Terobos Pagar Kantor Gubernur Jambi-Arfani-Jambitv.co
KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Sejumlah mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang Kantor Gubernur Jambi, Senin sore. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Jambi segera mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, serta menangani dampaknya terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Massa aksi mencoba memasuki kawasan perkantoran Gubernur Jambi dengan menerobos pagar bagian depan kantor. Mereka terus mendesak agar dapat bertemu langsung dengan Gubernur Jambi. Setelah massa menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi mendatangi massa, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Namun, dialog sempat memanas karena massa menolak kehadiran para pejabat tersebut. Massa menilai perwakilan yang hadir tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis seperti gubernur. Aksi berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, dan berakhir dengan penyegelan gerbang Kantor Gubernur Jambi menggunakan spanduk.
BACA JUGA:Al Haris Sebut Demo Kabut Asap sebagai Koreksi, Jelaskan Penggunaan Dana Bantuan Rp30 Miliar
Dalam aksi tersebut, mahasiswa kembali menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan karhutla di Provinsi Jambi. Mereka mendesak pemerintah membuka informasi secara transparan mengenai kepemilikan lahan yang terbakar, serta penggunaan anggaran sebesar 30 miliar rupiah dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla. Di sektor pendidikan, mahasiswa menuntut penyediaan fasilitas pendidikan yang layak bagi siswa dan mahasiswa terdampak karhutla. Sementara di sektor kesehatan, mereka meminta jaminan ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap, termasuk penderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Mahasiswa mendesak Gubernur Jambi agar memaksimalkan penanganan karhutla, membuka akses informasi publik, serta memastikan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat ditangani secara serius.
"Ya, izin kawan-kawan. Untuk kawan-kawan pada aksi pada siang hingga magrib ini, kami membawa tuntutan mengenai kasus karhutla yang sedang terjadi. Bagaimana pertanggungjawaban dari Pemerintah Provinsi Jambi, dan juga bagaimana pertanggungjawaban dari dana 30 yang sudah diturunkan dari pemerintah pusat. Kami mengharapkan Pemerintah Provinsi Jambi memberikan jawaban dan memberikan solusi yang nyata dan konkret, yang mana sampai saat ini tidak kami terima," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: