Kabut Asap Jambi Tak Kunjung Reda, Warga Kirim Surat Terbuka ke Gubernur
arga Kirim Surat Terbuka ke Gubernur--
JAMBITV – Kabut asap yang belum juga berakhir memunculkan keresahan warga Jambi. Seorang warga bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Gubernur Jambi.
Surat tersebut diunggah melalui akun Instagram @xxrommx pada Rabu (7/10/2026). Penulis mengaku sebagai seorang ayah yang setiap hari harus membawa anaknya beraktivitas di tengah kondisi udara yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Saya hanya seorang bapak, ayah dari satu anak, yang setiap hari harus mengantar dan membawa anak saya keluar rumah untuk beraktivitas. Namun hampir sebulan terakhir, yang kami hadapi adalah asap,” tulisnya.
BACA JUGA:59 Santri Ikuti Tes Hafalan, Pemkab Sarolangun Siapkan Beasiswa Hafiz Qur’an
Dalam surat tersebut, persoalan kabut asap tidak hanya dilihat sebagai gangguan jarak pandang. Penulis menyoroti kekhawatiran orang tua terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas di tengah udara tercemar.
Ia mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus bertahan sembari menunggu kejelasan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Karena bagi kami, ini bukan sekadar tentang kabut. Ini tentang anak-anak kami. Ini tentang kesehatan kami. Ini tentang rumah kami: JAMBI,” tulisnya.
BACA JUGA:Dampak Kabut Asap di Kota Jambi, Penderita ISPA Tembus 12 Ribu Pasien
Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla segera mengambil langkah nyata.
“Kami hanya ingin satu hal sederhana: Bisa menghirup udara Jambi dengan tenang lagi,” lanjutnya.
Surat terbuka tersebut muncul ketika kondisi kualitas udara di Jambi kembali menjadi perhatian masyarakat.
Pada Rabu (7/10/2026), angka pemantauan kualitas udara yang beredar di masyarakat menunjukkan kondisi yang sangat buruk.
BACA JUGA:Warga Desa Punti Kalo Kembali Blokir Jalan Padang Lamo
Situasi itu juga terjadi setelah karhutla berlangsung selama lebih dari dua bulan dan kabut asap berulang kali menyelimuti sejumlah wilayah di Jambi.
Kondisi tersebut membuat persoalan kualitas udara tidak lagi sekadar menjadi isu lingkungan, tetapi juga menyentuh kekhawatiran warga terhadap aktivitas sehari-hari dan kesehatan keluarga.
Di tengah kondisi itu, masyarakat menunggu langkah pemerintah dalam memastikan penanganan karhutla sekaligus memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak asap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: