Bukan Hanya ISPA, Kabut Asap Jangka Panjang Bisa Memicu Stroke dan Kematian Mendadak !!!

Bukan Hanya ISPA, Kabut Asap Jangka Panjang Bisa Memicu Stroke dan Kematian Mendadak !!!

Kabut Asap Bisa Memicu Penyakit Jantung, Stroke dan Kanker Paru-Kabut Asap Bisa Memicu Penyakit Jantung, Stroke dan Kanker Paru-

JAMBI, JAMBITV.CO - Kabut Asap yang melanda Provinsi JAMBI sudah berlangsung hampir 2 bulan. Bahkan sejak 26 Agustus 2026 para siswa Sekolah Dasar (SD) harus berhenti melakukan pelajaran tatap muka di sekolah. Kebijakan ini diambil untuk mencegah dampak Kabut Asap yang bisa membahayakan kesehatan.

Terbaru, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jambi bahkan lebih dari angka 300 PM2.5 kategori berbahaya. PM2.5 itu sendiri adalah partikel sangat kecil dengan diameter ≤2,5 mikrometer. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga bagian dalam paru-paru.

Kabut asap dengan PM2.5 di angka 300 secara berbulan-bulan ternyata tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Lebih berbahaya lagi, PM.25 di angka 300 ternyata juga dapat memicu penyakit yang lebih mematikan. 

World Health Organization (WHO) organisasi kesehatan dunia merilis, bahwa PM2.5 dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan masuk ke aliran darah. Paparan PM2.5 jangka pendek maupun panjang berkaitan dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular, termasuk stroke, penyakit jantung, PPOK, dan kanker paru.

Bahkan dari data WHO, 4,2 juta orang meninggal secara prematur setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh polusi udara ambien (WHO 2018). Dari jumlah kematian tersebut, 38% disebabkan oleh penyakit jantung iskemik, 20% oleh stroke, 18% oleh penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), 18% oleh infeksi saluran pernapasan bawah akut, dan 6% oleh kanker paru-paru. 

Baca Juga : Pagi ini ISPU Berbahaya di Jambi, 3 Wilayah Kode Hitam dan 1 Wilayah Kode Merah

Senada dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melalui laman websitenya menjelaskan. Bahwa paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi selama beberapa jam hingga beberapa minggu dapat memicu serangan jantung dan kematian terkait penyakit kardiovaskular. Kemenkes juga menyebut paparan jangka pendek maupun panjang berkaitan dengan gangguan irama jantung, gagal jantung, stroke, dan kematian mendadak akibat penyakit jantung, terutama pada orang yang sudah mempunyai penyakit jantung.

Pernyataan ini juga diperkuat dengan sejumlah pandangan medis. Seperti pernyataan Prof. Dante Saksono Harbuwono yang menegaskan bahwa paparan asap dan partikulat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.

Dokter Spesialis Paru, dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked juga menjelaskan bahwa dampak asap karhutla sangat membahayakan kelompok rentan antara lain penderita penyakit jantung dan gagal jantung, selain penderita asma dan PPOK.

Sementara itu,  dr. Linda Masniari, SpP(K) dokter spesialis paru dan subspesialis onkologi toraks, menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan bronkitis, PPOK, hingga cedera paru akut. Ia juga mengatakan bahwa paparan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker paru.

Saat ini di Provinsi Jambi sendiri sudah ribuan masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Bahkan catatan Dinas Kesehatan Kota Jambi tertanggal 3 Oktober 2026, jumlah penderita ISPA akibat paparan Kabut Asap telah mencapai 10.151 pasien.

Jika kabut asap terus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, maka dikhawatirkan semakin membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu Pemerintah perlu menyikapi secara serius dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap bahaya yang mengancam kesehatan masyarakat Jambi yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: