Asap Karhutla Jambi Makin Tebal, Al Haris Minta Siswa TK hingga SMA Belajar dari Rumah

Asap Karhutla Jambi Makin Tebal, Al Haris Minta Siswa TK hingga SMA Belajar dari Rumah

Asap Karhutla Jambi Makin Tebal, Al Haris Minta Siswa TK hingga SMA Belajar dari Rumah-Dewi Wilona-Jambitv.co

JAMBI, JAMBITV.CO – asap karhutla Jambi Kabut asap karhutla kembali mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah Jambi. Kondisi udara yang terus memburuk kini juga memicu kekhawatiran terhadap kesehatan pelajar.

Melihat situasi tersebut, Gubernur Jambi Al Haris meminta sekolah TK hingga SMA di wilayah yang mengalami paparan asap pekat menghentikan kegiatan belajar di ruang kelas untuk sementara.

Sebagai gantinya, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah. Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan skema tersebut selama tiga hari sambil memantau perkembangan kualitas udara dan indeks standar pencemar udara (ISPU).

Al Haris Prioritaskan Kesehatan Pelajar

Al Haris mengatakan asap karhutla terlihat semakin pekat pada Rabu (30/9/2026). Pada saat yang sama, kualitas udara Jambi masuk kategori sangat tidak sehat.

Bahkan, kondisi udara sebelumnya sempat mencapai kategori berbahaya. Karena itu, Al Haris meminta sekolah mengambil langkah cepat untuk mengurangi paparan asap terhadap anak-anak.

“Ya, kabut asap hari ini terlihat cukup pekat. Kualitas udara juga sudah sangat tidak sehat. Kondisi ini tentu membahayakan anak-anak kita, terutama para pelajar yang terdampak asap,” kata Al Haris, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, sekolah tidak perlu memaksakan pembelajaran tatap muka ketika kondisi udara membahayakan kesehatan siswa.

“Ini bagian dari upaya kita menjaga kesehatan anak-anak. Jangan sampai mereka terus terpapar asap dalam kondisi kualitas udara yang tidak baik,” ujarnya.

Siswa Tetap Belajar dari Rumah

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Muaro Jambi Digelar Dalam Ruangan

Meskipun sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka sementara, pemerintah tetap meminta siswa mengikuti kegiatan belajar.

Sekolah dapat menjalankan pembelajaran secara daring dari rumah. Dengan cara itu, siswa tetap mengikuti materi pelajaran tanpa harus berada di tengah paparan asap.

Selain itu, pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tersebut setelah melihat perkembangan kualitas udara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: