Dampak Kemarau, Distribusi Air Bersih ke Pelanggan Mulai Berkurang

Dampak Kemarau, Distribusi Air Bersih ke Pelanggan Mulai Berkurang

Dampak Kemarau, Distribusi Air Bersih ke Pelanggan Mulai Berkurang--Jambitv.co

BATANGHARI, JAMBITV.CO - Kemarau panjang membuat debit air Sungai Batanghari terus menurun. Kondisi ini berdampak terhadap suplai air bersih ke pelanggan Perumdam Tirta Batang Hari yang mengalami pengurangan hingga mencapai 20 persen dari biasanya.

Kemarau panjang yang melanda Provinsi Jambi membuat debit air Sungai Batanghari menurun drastis. Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketersediaan bahan baku air di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Batang Hari, sehingga penyaluran air bersih kepada pelanggan turut berkurang.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Direktur Perumdam Tirta Batang Hari, Abubakar Sidik. Ia mengungkapkan bahwa suplai air bersih ke pelanggan kini berkurang hingga mencapai 20 persen dari biasanya. Salah satu contohnya terjadi di wilayah Kecamatan Muara Bulian, di mana penyaluran air bersih yang biasanya mencapai sekitar 150 liter per detik kini berkurang menjadi 110 liter per detik.

BACA JUGA:Dampak Kemarau, 2.042 Hektare Sawah di Batang Hari Belum Ditanami Padi

"Pengurangan ini rata-rata 20%. Contoh, di kecamatan atau di Kota Muara Bulian, dari 150 liter per detik, nah saat ini bisa kita olah dan kita suplai kepada masyarakat itu lebih kurang 110 liter per detik. Itu yang air baku yang bisa kita sedot dari sungai dan kita olah, kemudian langsung kita suplai ke masyarakat. Dan itu rata-rata terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Batanghari," ujar Abubakar Sidik.

Menurut Sidik, menurunnya debit sungai yang disertai kondisi pendangkalan membuat pengambilan air baku di aliran Sungai Batanghari menjadi terbatas. Dampaknya, jumlah air baku yang diolah dan disalurkan ke pelanggan belum dapat berjalan secara optimal. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini, sekaligus mengimbau masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan air di tengah kemarau yang masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: