Kualitas Udara Batang Hari Belum Membaik, ISPU Masih di Level Sangat Tidak Sehat
Kualitas Udara Batang Hari Belum Membaik, ISPU Masih di Level Sangat Tidak Sehat-Pirdana Atrio-Jambi TV
BATANG HARI, JAMBITV.CO - Kualitas udara di Kabupaten Batang Hari, hingga kini menunjukkan belum membaik. Bahkan hampir satu bulan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih berada pada level sangat tidak sehat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pengukuran oleh petugas UPTD Laboratorium Lingkungan daerah setempat, angka ISPU pada 20 September 2026 tercatat mencapai 214.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Batang Hari, Dodi Marta Rinaldo mengatakan, angka tersebut menunjukkan kualitas udara masih berada pada zona merah atau dalam kategori sangat tidak sehat.
“Angka ISPU berada di level 214. Tapi angka ini turun dari pekan lalu yang puncaknya mencapai 276. Namun sekarang masih tetap di level sangat tidak sehat,” kata Dodi, Senin (21/09/2026).
Menurut Dodi, kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Batang Hari belum sepenuhnya membaik, meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah.
“Sepertinya belum begitu mempengaruhi. Mungkin karena intensitas curah hujan yang turun belum begitu tinggi atau belum merata mengguyur Batang Hari,” ungkapnya.
Dodi menyebut, kondisi kualitas udara yang belum membaik berkaitan dengan masih ditemukannya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Batang Hari. Keberadaan titik api tersebut menyebabkan paparan asap masih menyebar dan menyelimuti sejumlah wilayah.
“Karena masih ada titik api, dan kondisi ini tentunya turut memengaruhi kualitas udara,” ujarnya.
Dengan demikian, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari hingga kini masih terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara. Sekaligus mengawasi kondisi lingkungan di wilayah yang masih berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan, terutama kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jambitv.disway.id