Hotspot Jambi Melonjak 264 Titik, Ivan Wirata: Jangan Bergantung OMC, Perkuat Pasukan Darat
--
JAMBI, JAMBITV.CO - — Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi kembali menunjukkan peningkatan yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan Satgas Karhutla Provinsi Jambi per Selasa, 15 September 2026, tercatat 264 hotspot, total hotspot sepanjang 2026 mencapai 7.964 titik, sementara estimasi luas lahan terbakar telah mencapai ±2.998,02 hektare.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT menilai kondisi tersebut merupakan alarm agar pemerintah daerah, Satgas, perusahaan dan masyarakat tidak menurunkan kesiapsiagaan. Apalagi, persoalan Karhutla kini tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga mulai berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
“Data hari ini harus kita baca sebagai peringatan. Hotspot mencapai 264 titik, luas terbakar hampir 3.000 hektare, dan kualitas udara di beberapa wilayah sudah sangat tidak sehat bahkan berbahaya. Artinya, operasi pengendalian harus diperkuat, bukan dikendurkan,” ujar Ivan.
Muaro Jambi ISPU 333, Masuk Kategori Berbahaya
Salah satu kondisi yang mendapat perhatian serius adalah kualitas udara. Berdasarkan laporan tersebut, ISPU Muaro Jambi mencapai 333 atau kategori Berbahaya.
Sementara itu, Kota Jambi mencatat ISPU 247, Tebo 211, dan Tanjung Jabung Timur 206, yang masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
Menurut Ivan, angka tersebut menunjukkan penanganan Karhutla harus mulai menggunakan pendekatan ganda, yaitu pengendalian kebakaran sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat.
“Ketika ISPU sudah 333, persoalannya bukan lagi hanya bagaimana memadamkan api. Kita juga harus bicara tentang keselamatan masyarakat. Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, sekolah dan pemerintah kabupaten/kota harus mempunyai langkah mitigasi yang jelas, terutama untuk anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang mempunyai kerentanan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.
Tebo Tertinggi Hotspot Harian, Sarolangun Tertinggi Kumulatif
Sebaran hotspot pada 15 September menunjukkan Tebo menjadi daerah dengan hotspot harian tertinggi sebanyak 46 titik. Selanjutnya Sarolangun dan Muaro Jambi masing-masing 37 titik, Tanjung Jabung Barat 36 titik, Bungo 34 titik, Tanjung Jabung Timur 32 titik, Merangin 22 titik, Batanghari 19 titik, serta Kerinci satu titik.
Secara kumulatif sepanjang 2026, Sarolangun menjadi yang tertinggi dengan 1.747 hotspot, disusul Tanjung Jabung Barat 1.285 titik, Tebo 1.279 titik, Batanghari 1.234 titik dan Muaro Jambi 1.117 titik.
Ivan menilai konsentrasi hotspot tersebut harus menjadi dasar penempatan sumber daya.
“Tidak tepat kalau intervensi dibagi rata sementara tingkat risikonya berbeda. Daerah dengan hotspot berulang, lahan terbakar luas, kawasan rawan dan keterbatasan sumber air harus memperoleh prioritas personel, peralatan, patroli dan anggaran pencegahan,” ujarnya.
Batanghari Terbakar 773,25 Hektare
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: