Karhutla Sungai Aur Hari Ke-4 Belum Padam, Sekitar 30 Hektare Lahan Terbakar
Karhutla Sungai Aur Hari Ke-4 Belum Padam, Sekitar 30 Hektare Lahan Terbakar-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Sementara itu, kebakaran lahan kembali melanda Kabupaten Muaro Jambi. Memasuki hari keempat, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali berkobar.
Karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi terus meluas. Kali ini, api membakar lahan gambut dan semi-gambut di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hingga 30 hektare. Hingga hari keempat, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. Tim BPBD, Damkar, serta Satgas TNI-Polri diterjunkan untuk memastikan api tidak kembali menjalar.
BACA JUGA:Penanganan Karhutla, Hafiz Fattah Minta APH Tindak Tegas Pelaku
Pelaksana Tugas (Plt.) Kalaksa Fathurrahman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jaman, Anari Hasiholan Sitorus, menyebut kondisi di kawasan Sungai Aur saat ini sudah terkendali. Petugas masih bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. Namun, karhutla di Sungai Aur diduga bukan berasal dari kawasan tersebut; api diduga merambat dari kawasan hutan Tahura di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dibawa angin, api kemudian menjalar hingga memasuki wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Meski api di Sungai Aur sudah berhasil dikendalikan, petugas masih menghadapi ancaman dari wilayah perbatasan Tanjabtim. Sejumlah titik api di kawasan tersebut masih dilaporkan membara.
"Di kawasan Sungai Aur saat ini sudah bisa dikendalikan dan masuk tahap pendinginan. Tim masih berada di lokasi. Diduga api berasal dari wilayah Tanjung Jabung Timur, kemudian merambat masuk ke wilayah Muaro Jambi karena terbawa angin," ujarnya.
Jarak lokasi yang jauh dan sulitnya akses menjadi kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Kondisi diperburuk dengan tiupan angin yang cukup kencang. Angin membuat asap dan debu sisa kebakaran menyebar, sehingga mengganggu jarak pandang dan menyulitkan petugas saat berada di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: