Ribuan Ikan Keramba di Batang Hari Mendadak Mati, Petani Rugi Puluhan Juta

Ribuan Ikan Keramba di Batang Hari Mendadak Mati, Petani Rugi Puluhan Juta

Ribuan Ikan Keramba di Batang Hari Mendadak Mati, Petani Rugi Puluhan Juta-Pirdana Atrio-Jambi TV

BATANG HARI, JAMBITV.CO - Ribuan ikan nila milik petani di Desa Aro, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mati secara massal dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat para petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Ikan-ikan yang mati terlihat memenuhi keramba jaring apung milik petani di aliran Sungai Batanghari. Fenomena tersebut tidak hanya dialami oleh satu petani, tetapi terjadi pada sejumlah petani lainnnya yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Desa Aro, Rusli, yang juga merupakan salah satu pemilik keramba jaring apung yang terdampak fenomena ini mengatakan, saat ini terdapat sekitar 15 unit keramba yang terdampak. Empat di antaranya merupakan miliknya.

“Kalau keramba saya masing-masing berisi 15 ribu bibit ikan, dan yang di dalam empat unit keramba sudah mati semuanya,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Rusli memastikan, fenomena kematian ikan secara massal di aliran sungai Desa Aro ini, tentunya sangat memukul perekonomian para petani yang penghasilannya bergantung dari budidaya ikan keramba jaring apung tersebut. Bahkan, ia secara pribadi mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp. 50 juta lebih.

“Kalau kerugian secara total belum bisa saya pastikan, belum saya hitung. Tapi yang jelas, kalau saya sendiri untuk ikan di empat keramba ini sudah mati semua. Kalau untuk pakan, setiap kerambah itu sudah habis sekitar 35 karung,” ungkapnya.

Sehingga untuk menghindari kerugian yang semakin besar, lanjut Rusli, ia maupun sebagian petani lainnya terpaksa melakukan panen lebih awal. Meski usia ikan belum selayaknya untuk di panen atau dijual ke pasaran.

“Sebenarnya belum waktunya, tapi sisa ikan di keramba lain terpaksa langsung kita panen. Itupun sudah mulai terdampak karena ada beberapa yang mati,” katanya.

Iapun menduga, kematian ikan secara massal tersebut dipicu akibat kondisi debit Sungai Batanghari yang mengalami pendangkalan atau menyusut signifikan. Kondisi ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda musim kemarau selama beberapa bulan terakhir.

“Penyebab pastinya kita juga belum tau, yang jelas kematian ikan ini terjadi setelah debit air sungai jauh turun,” jelas Rusli.

Sehingga dengan kondisi ini, para petani di Desa Aro berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Batang Hari khususnya instansi terkait, untuk segera mencari solusi dan melakukan berbagai langkah pencegahan. Pemerintah Daerah juga diharapkan dapat membantu para petani yang terdampak hingga mengalami kerugian akibat fenomena tersebut.

Untuk diketahui, Desa Aro selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan keramba jaring apung terbesar di Batang Hari. Sehingga apabila kondisi ini terus berlangsung, para petani khawatir dampaknya tidak hanya terhadap perekonomian mereka. Akan tetapi juga dipastikan dapat berdampak terhadap produksi ikan keramba di daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: jambitv.disway.id