Dampak Kemarau, Sumur Mengering, Warga Muaro Jambi Terpaksa Mandi di Sungai Keruh
Dampak Kemarau, Sumur Mengering, Warga Muaro Jambi Terpaksa Mandi di Sungai Keruh-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Kemarau panjang membuat warga Desa Sarang Burung, Muaro Jambi, mengalami krisis air bersih. Sumur warga mengering, sementara Sungai Batanghari yang menjadi tumpuan kini debitnya menyusut dan airnya keruh serta berbau.
Beginilah kondisi Sungai Batanghari di wilayah Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu sore. Debit air sungai yang terus menyusut membuat warga kini terpaksa mengandalkan sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Setiap pagi dan sore, warga datang ke Sungai Batanghari untuk mandi dan mencuci. Namun, kondisi air yang digunakan warga sudah tidak layak karena terlihat keruh dan mengeluarkan bau tak sedap. Warga menyebut, kondisi air juga diduga diperparah limbah dari ratusan keramba ikan yang berada di sekitar aliran sungai. Di tengah kondisi terdesak, air Sungai Batanghari bahkan terpaksa dibawa pulang untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:Peduli Warga Terdampak Kabut Asap, PPP dan PW WPP Bagikan Masker dan Vitamin
"Sumur kering, kan, kadang keruh, ke Batanghari ya gimana lagi mau mandi, jadinya ke Batanghari ambil air pakai jerigen," kataya.
Sementara itu, sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber air utama kini sebagian besar mengering akibat kemarau panjang. Untuk kebutuhan air minum, warga tak punya pilihan lain selain membeli air bersih dari wilayah lain. Dari total 14 RT di Desa Sarang Burung, mayoritas warga disebut terdampak krisis air bersih. Warga mengaku, kondisi serupa hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Saat sumur mengering, Sungai Batanghari menjadi tumpuan terakhir. Namun, kualitas air yang buruk membuat warga dihadapkan pada pilihan sulit, antara memenuhi kebutuhan air atau menggunakan air yang tidak layak. Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan menyalurkan bantuan air bersih agar krisis air tidak terus berulang setiap musim kemarau.
"Semua air warga di sini kering, warga mandi di sini itu airnya ngalir terus, Pak, jadi bisa untuk mandi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: