ISPA Meningkat di Tengah Udara Memburuk, Pemkot Jambi Siapkan Ruang Oksigen

ISPA Meningkat di Tengah Udara Memburuk, Pemkot Jambi Siapkan Ruang Oksigen

ISPA Meningkat di Tengah Udara Memburuk, Pemkot Jambi Siapkan Ruang Oksigen-Rudiansyah-Jambitv.co

KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk membuat Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari memastikan ketersediaan obat dan oksigen hingga menyiapkan ruang oksigen di kantor camat dan lurah jika kasus terus meningkat.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan rapat koordinasi telah dilakukan bersama seluruh jajaran kesehatan, mulai dari pustu, puskesmas, hingga rumah sakit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Pemkot Jambi memastikan stok obat-obatan masih mencukupi, sementara ketersediaan oksigen di fasilitas kesehatan juga terus dipantau. Selain itu, setiap masyarakat yang datang berobat dengan risiko gangguan pernapasan akan langsung diberikan masker. Pembagian masker juga terus dilakukan di sejumlah titik, termasuk melalui camat dan lurah, sebagai upaya meningkatkan perlindungan masyarakat dari dampak kualitas udara yang buruk.

BACA JUGA:KASUS ISPA TANJABTIMUR TEMBUS 20.334, KABUT ASAP KARHUTLA ANCAM KESEHATAN WARGA

"Obat-obatan masih cukup, khususnya yang berhubungan dengan dampak dari asap. Semua yang datang berobat dengan risiko gangguan pernapasan langsung dibagikan masker," ujarnya.

Maulana menegaskan, edukasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara periodik, khususnya terkait penggunaan masker dan upaya mengurangi risiko gangguan pernapasan. Pemkot Jambi juga mulai menyusun contingency plan atau rencana kontinjensi jika terjadi peningkatan kasus ISPA secara signifikan. Dalam kondisi terburuk, kantor camat dan kantor lurah akan disiapkan menjadi ruang oksigen untuk mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan. Menurut Maulana, tabung-tabung oksigen di sejumlah kecamatan sudah tersedia dan akan diisi kembali atau refill sesuai dengan kebutuhan.

Pemerintah Kota Jambi bersama BPBD dan tim terkait juga terus melakukan pemantauan perkembangan kasus berbasis aplikasi. Data tersebut digunakan untuk memantau perkembangan kasus ISPA sekaligus menentukan langkah penanganan, termasuk memastikan kapan ruang oksigen di tempat-tempat pelayanan publik mulai dibutuhkan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: