KASUS ISPA TANJABTIMUR TEMBUS 20.334, KABUT ASAP KARHUTLA ANCAM KESEHATAN WARGA

KASUS ISPA TANJABTIMUR TEMBUS 20.334, KABUT ASAP KARHUTLA ANCAM KESEHATAN WARGA

KASUS ISPA TANJABTIMUR TEMBUS 20.334, KABUT ASAP KARHUTLA ANCAM KESEHATAN WARGA--Jambitv.co

TANJABTIMUR, JAMBITV.CO — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, tak hanya mengancam lingkungan. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah juga mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Hingga September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat sebanyak 20.334 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Tanjabtimur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjabtimur, Eko Purnomo, mengatakan peningkatan kasus ISPA terlihat dari bertambahnya jumlah pasien setiap bulan.

BACA JUGA:Asap Karhutla Ancam Warga Batang Hari, Dua Kecamatan Paling Rawan ISPA

Jika sebelumnya penambahan kasus berada di kisaran 50 hingga 60 pasien per bulan, pada September jumlahnya meningkat hingga sekitar 90 pasien.

“Hingga saat ini terdata 20.334 kasus ISPA. Grafiknya mengalami peningkatan seiring kondisi udara yang tidak sehat,” ujar Eko Purnomo.

Memburuknya kualitas udara menjadi perhatian serius karena konsentrasi partikulat di udara meningkat akibat kabut asap.

Pada awal September, kualitas udara Tanjabtimur bahkan sempat berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan AQMS yang dilaporkan pada  07September 2026, nilai ISPU PM2,5 mencapai 150,9, yang masuk kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.

Kondisi tersebut juga membuat pemerintah daerah mengambil langkah antisipasi. Kegiatan belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan dialihkan menjadi pembelajaran daring selama tiga hari, sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap para siswa.

BACA JUGA:Dampak Karhutla, Ratusan Warga Mulai Terserang ISPA

Kebijakan tersebut diambil karena anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

Di tengah kondisi ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, atau gangguan pernapasan lainnya.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi salah satu dampak serius dari musim kemarau dan karhutla yang masih terjadi di Tanjung Jabung Timur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: