Sidak pasar!! Ivan Wirata Soroti Ketergantungan Pasokan Pangan dari Luar Jambi
Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata --
Kota jambi- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan bersama Bank Indonesia dan Bulog setiap hari merupakan langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan mencegah terjadinya kelangkaan pasokan pangan.
Ivan Wirata mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Bulog dan Bank Indonesia, kondisi stok pangan di Jambi saat ini masih aman. Bahkan, Bulog disebut mampu menyediakan sekitar satu ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran. Selain itu, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng juga masih relatif terkendali.
Meski demikian, ia menyoroti tingginya ketergantungan Jambi terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Menurutnya, sejumlah komoditas seperti cabai masih didatangkan dari Berastagi, Sumatera Utara, sementara pasokan sapi berasal dari Lampung. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya harga di pasaran karena mempengaruhi biaya transportasi, tol, hingga penyusutan barang selama proses distribusi.
“Kita harus mulai merencanakan agar kebutuhan konsumsi masyarakat dapat dipenuhi dari daerah sendiri dan tidak terus bergantung dari luar daerah,” ujar Ivan Wirata. Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya sektor ketahanan pangan, untuk menyusun langkah-langkah komprehensif dalam meningkatkan produksi pangan lokal.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat melakukan intervensi melalui dukungan anggaran APBD maupun strategi program lainnya untuk membantu petani mengembangkan komoditas seperti cabai, beras, dan tanaman pangan lainnya. Ia juga menilai program ketahanan pangan nasional untuk beras dan jagung yang telah dijalankan pemerintah pusat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan terkait.
Selain sektor pertanian, Ivan juga mendorong pengembangan integrasi perkebunan sawit dan peternakan sapi di Jambi. Dengan luas perkebunan sawit yang mencapai sekitar 1,2 juta hektar, ia menilai setiap hektar dapat dimanfaatkan untuk memelihara dua ekor sapi. Kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara pelepah sawit dapat dijadikan pakan ternak.
Menurut Ivan, langkah tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pasokan sapi dari Lampung sekaligus menekan harga di pasaran. Ia menegaskan, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program ketahanan pangan daerah dapat berjalan maksimal dan mampu menjaga stabilitas harga bagi masyarakat Jambi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: