Ritual “Isi Khodam” Berujung Cabul, Guru Silat di Jambi Diduga Perkosa Murid Berkali-kali

Ritual “Isi Khodam” Berujung Cabul, Guru Silat di Jambi Diduga Perkosa Murid Berkali-kali

Ritual “Isi Khodam” Berujung Cabul, Guru Silat di Jambi Diduga Perkosa Murid Berkali-kali-Agustri-Jambitv.co

JAMBI, JAMBITV.CO – Kedok latihan spiritual dan pengisian “khodam” diduga dipakai seorang guru silat di Jambi untuk melancarkan aksi bejat terhadap murid-murid perempuannya. Sedikitnya tujuh korban disebut telah dicabuli, bahkan beberapa di antaranya mengalami perbuatan itu hingga belasan kali.

Satu orang korban yang berusia 16 tahun bahkan sampai hamil, dan seorang korban berinisial KY (14) sudah dirudapaksa  pelaku berinsial H (38) hingga 17 kali.

Pelaku diduga menjadikan ritual tenaga dalam sebagai alat untuk memanipulasi korban. Dengan mengatasnamakan ilmu spiritual, korban diminta mengikuti latihan khusus secara tertutup yang ternyata berujung tindakan asusila.

"Dilakukan setelah latihan, kemudian ada sesi ritual pemasangan Khodam," kata Putra Tambunan, kuasa hukum korban di LBH Makalam Selasa (19/5).

Para korban yang masih berusia muda disebut takut melawan karena pelaku dikenal sebagai guru silat yang disegani. Situasi itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengontrol dan membungkam korban selama aksi berlangsung.

BACA JUGA:Aksi Perampokan Modus Travel, Dua Pelaku Dibekuk Tim GUNJO Polres Bungo

H tidak seorang diri, pencabulan dan rudapaksa itu dilakukan bersama dengan guru silat lainnya, yakni HE, dan dua senior korban berinisial N dan I.

"Total empat pelaku, dan pelaku ini sudah mencabuli semua korban berulangkali. Klien kami total 17 kali dicabuli oleh empat pelaku, ada yang melakukan 10 kali, ada yang 4 kali dan 3 kali," kata Putra. 

Aksi cabul ini terungkap setelah seorang korban lainnya berinisial I mengadu ke orangtuanya bahwa di sudah dirudapaksa hingga hamil oleh para pelaku pada November 2025. 

Setelah kejadian itu diketahui, orangtua dari murid di perguruan itu kemudian mulai khawatir, dan menanyakan kondisi anak mereka masing-masing. Mereka kaget, kareja disebut tujuh orang sudah menjadi korban dari pencabulan dan rudapaksa ini.

"Kita sudah lapor kejadian ini ke polisi, meskipun sempat ditolak ya. Karena mereka beralasan bahwa sudah ada laporan dari korban lain. Tetapi, klien kami juga berhak melapor, atas apa yang dia alami," kata Putra.

Peristiwa ini memicu kecaman publik. Warga meminta aparat mengusut tuntas praktik berkedok spiritual yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan bela diri sekaligus merusak masa depan anak-anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: