Ratusan Sekolah di Tanjabtim Diusulkan Revitalisasi

Ratusan Sekolah di Tanjabtim Diusulkan Revitalisasi

Ratusan Sekolah di Tanjabtim Diusulkan Revitalisasi-Wahyu-Jambitv.co

MUARASABAK, JAMBITV.CO – Upaya peningkatan sarana pendidikan dasar di Kabupaten Tanjabtim terus dilakukan. Tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan Tanjabtim kembali mengusulkan program revitalisasi sekolah dasar ke pemerintah pusat.

Total sebanyak 171 SD diajukan untuk memperoleh bantuan revitalisasi. Namun, kuota aplikasi yang disediakan Kementerian Pendidikan hanya tersedia untuk 51 sekolah prioritas.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Tanjabtim, Mario, mengatakan puluhan sekolah yang masuk prioritas dipilih berdasarkan kondisi bangunan dan kelengkapan data Dapodik masing-masing sekolah.

"Dari 171 SD yang diusulkan, kita lakukan penyaringan menjadi 51 SD prioritas sesuai kuota aplikasi dari kementerian. Selanjutnya tetap akan diverifikasi dan diseleksi kembali oleh pihak kementerian," katanya.

Menurut Mario, pada tahun 2025 lalu Tanjabtim juga menerima bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Dari 30 SD yang diajukan saat itu, sebanyak tujuh SD berhasil memperoleh bantuan revitalisasi.

BACA JUGA:Pemkab Tanjabtimur Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Perluas Akses Pendidikan

Program revitalisasi tersebut mayoritas berupa rehab berat hingga pembangunan gedung permanen untuk mengganti bangunan sekolah berbahan kayu.

"Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan, yakni dua SD di Kecamatan Muara Sabak Timur, dua SD di Geragai, kemudian masing-masing satu SD di Dendang, Kuala Jambi dan Mendahara Ulu," jelasnya.

Ia menerangkan, proses pengusulan dilakukan melalui aplikasi Revit milik Kemendikdasmen. Sistem digital tersebut digunakan untuk perencanaan, pengusulan, verifikasi hingga monitoring pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Melalui aplikasi tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan sekolah yang diprioritaskan menerima bantuan revitalisasi. Namun keputusan akhir tetap berada di pihak kementerian setelah dilakukan verifikasi lapangan dan pemeriksaan data.

"Misalnya kita usulkan 20 sekolah, nanti kementerian yang menentukan mana yang disetujui. Tetapi daerah tetap bisa memberikan skala prioritas sekolah yang paling membutuhkan," ujarnya.

Mario menambahkan, tahun ini tidak ada lagi ketentuan jumlah siswa sebagai syarat penerima bantuan revitalisasi. Selama data Dapodik sekolah valid dan sesuai kondisi di lapangan, sekolah berpeluang mendapatkan bantuan.

Komponen penilaian dalam Dapodik sendiri meliputi jumlah siswa, tenaga pendidik, kondisi sarana prasarana, ruang kelas belajar hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Untuk menu revitalisasi saat ini meliputi rehab berat, rehab ringan, sanitasi, ruang perpustakaan, ruang administrasi, ruang kepala sekolah dan tambahan baru pembangunan kantin," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: