Lestarikan Budaya, Permainan Tradisional Meriahkan O2SN Muaro Jambi 2026
permainan tradisional meriahkan O2SN-Yasri-Jambitv.co
Lestarikan Budaya, Permainan Tradisional Meriahkan O2SN Muaro Jambi 2026
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Di tengah derasnya arus modernisasi dan dominasi permainan digital, semangat melestarikan permainan tradisional justru menggema di Kabupaten Muaro Jambi. Momentum ajang O2SN, FLS2N, dan K2PS tahun 2026 dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali warisan budaya melalui berbagai lomba permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan kekompakan.
Suasana berbeda tampak dalam rangkaian kegiatan O2SN, FLS2N, dan K2PS tingkat Kabupaten Muaro Jambi tahun 2026. Tak hanya menampilkan kompetisi akademik dan seni, sejumlah permainan tradisional turut dilombakan sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Beragam permainan seperti congklak, egrang, hadang, hingga terompa raksasa menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada antusiasme siswa dalam memainkan permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui.
BACA JUGA:Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim
Keisha, salah satu peserta lomba terompa raksasa, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut. Menurutnya, permainan ini tidak hanya seru, tetapi juga melatih kekompakan tim dan rasa tanggung jawab bersama. Ia menyebut, di era modern seperti sekarang, permainan tradisional menjadi sesuatu yang unik dan menyenangkan. Keceriaan juga terlihat dari para siswa yang memainkan engklek dan hadang. Tawa dan semangat mereka mencerminkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda.
“Seru, asyik juga bersama teman-teman dan sudah juara 3 kali,” ujar Keisya, siswa.
Senada dengan itu, Eka, guru dari SD 211 Mendalo Indah menilai bahwa kegiatan ini sangat penting di tengah perkembangan zaman. Ia berharap perlombaan permainan tradisional terus digalakkan agar anak-anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, semangat kebersamaan, serta tetap mengenal dan melestarikan budaya daerah.
“Semoga ke depannya anak-anak terpacu untuk terus main permainan tradisional seperti ini, terus semakin mengenali permainan tradisional yang ada,” kata Eka, Guru SD 211 Mendalo Indah.
Melalui kegiatan ini, permainan tradisional tidak sekadar menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan cinta terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: