Hendak Transaksi Sabu di Kebun Warga, Pria Asal Sponjen Dibekuk Polisi

Hendak Transaksi Sabu di Kebun Warga, Pria Asal Sponjen Dibekuk Polisi

Hendak Transaksi Sabu di Kebun Warga, Pria Asal Sponjen Dibekuk Polisi-Yasri-Jambitv.co

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Upaya transaksi narkoba di kawasan kebun warga Desa Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, berujung penangkapan. Seorang pria berinisial ZWD (45), warga Desa Sponjen, diringkus aparat kepolisian saat diduga hendak membeli sabu.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Kumpeh Ilir dan Polres Muaro Jambi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi penggerebekan berada di RT 01, area pondok kebun milik warga yang sebelumnya dilaporkan kerap menjadi tempat aktivitas mencurigakan.

Kapolsek Kumpeh Ilir, AKP Sunardi, mengungkapkan bahwa penindakan berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

“Kami menerima informasi adanya sekelompok orang yang diduga sedang menggunakan narkoba jenis sabu di lokasi kebun. Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penindakan,” ujar Sunardi.

BACA JUGA:Edarkan Sabu di Kebun Sawit, Seorang Pengedar Ditangkap Bersama Dua Pemakai

Saat diamankan, ZWD mengaku datang ke lokasi untuk membeli sabu yang rencananya akan dikonsumsi sendiri. Kepada polisi, ia juga mengungkap telah menggunakan narkotika sejak tahun 2019.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 50 paket sabu, tiga kotak penyimpanan, dua alat hisap (bong) lengkap dengan pirex, 12 unit handphone berbagai merek, serta uang tunai sebesar Rp1.154.000.

Dari hasil pemeriksaan awal, ZWD menyebut bahwa barang bukti tersebut merupakan milik seseorang berinisial Rado, warga Desa Sungai Bungur. Namun, Rado berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Kasus ini masih kami dalami. Kami juga terus mengejar pelaku yang melarikan diri,” tegas Sunardi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: