Rencana Perbaikan Jalan Padang Lamo, Edi Purwanto Dorong Dibangun Pakai APBN

Rencana Perbaikan Jalan Padang Lamo, Edi Purwanto Dorong Dibangun Pakai APBN

Rencana Perbaikan Jalan Padang Lamo, Edi Purwanto Dorong Dibangun Pakai APBN-Rudiansyah-Jambitv.co

TEBO, JAMBITV.CO – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Tebo. Anggota DPR RI Komisi V Dapil Jambi, Edi Purwanto, mendorong percepatan pembangunan Jalan Padang Lamo yang rencananya akan dikerjakan menggunakan anggaran dari APBN pada tahun 2026.

Hal ini disampaikan Edi usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bappeda Provinsi Jambi dan Kadis PUPR Provinsi Jambi pada Senin (27/4/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan infrastruktur, termasuk kondisi Jalan Padang Lamo yang saat ini menjadi sorotan.

Edi mengungkapkan bahwa salah satu program yang diharapkan dapat mengakomodasi pembangunan jalan tersebut adalah Inpres Jalan Daerah (IJD). Ia juga mengaku telah berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait.

“Terkait Jalan Padang Lamo, saya sudah bertemu dengan Menteri dan Dirjen. Insyaallah jalan ini akan mulai dikerjakan di tahun 2026 melalui skema APBN,” ujar Edi Purwanto.

BACA JUGA:Mayoritas Perusahaan Absen, Ketua DPRD Muaro Jambi Kesal Soal Kerusakan Jalan di Sungai Gelam

Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Jalan Padang Lamo merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi diminta segera mengajukan usulan serta melengkapi administrasi dan persyaratan yang dibutuhkan ke pemerintah pusat.

“Karena ini jalan provinsi, maka Pemprov Jambi harus segera mengusulkan dan melengkapi administrasi agar bisa masuk dalam program pusat,” tambahnya.

Untuk saat ini, panjang ruas jalan yang akan diperbaiki serta besaran anggaran yang dibutuhkan masih belum dapat dipastikan. Proses pengajuan ke pemerintah pusat menjadi tahap awal sebelum dilakukan pembahasan lanjutan.

“Untuk panjang penanganan dan besaran anggaran memang belum bisa dipastikan, karena harus diajukan dulu ke pusat, baru nanti dibahas lebih lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edi menyebut Jalan Padang Lamo memiliki peran penting sebagai jalur alternatif, terutama saat jalur utama Bungo–Dharmasraya mengalami gangguan. Jalan ini kerap digunakan untuk distribusi sembako dan logistik lainnya.

Namun, kondisi jalan yang semakin rusak disebut tidak terlepas dari maraknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang melintas, padahal jalan tersebut tidak dirancang untuk kendaraan bertonase besar.

“Jalan ini sangat penting sebagai alternatif, tapi kondisinya makin rusak karena dilalui kendaraan ODOL, padahal seharusnya tidak untuk kendaraan bertonase besar,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: