BKSDA Verifikasi Jejak Beruang di Desa Sanggaran Agung, Warga Diberi Edukasi

BKSDA Verifikasi Jejak Beruang di Desa Sanggaran Agung, Warga Diberi Edukasi

BKSDA Verifikasi Jejak Beruang di Desa Sanggaran Agung, Warga Diberi Edukasi-Dewi Wilona-Jambitv.co

KERINCI, JAMBITV.CO - Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Udin Ikhwanuddin, SP, ME, melakukan tindak lanjut atas laporan yang diterima dari warga Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi oleh Kapolsek Danau Kerinci, IPTU Arisman SH, MH, beserta jajaran kepolisian, Pemdes dan sejumlah petani setempat, Senin (27/04/26).

Tim BKSDA Jambi melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memeriksa lokasi temuan beruang yang sempat viral di media sosial. Setibanya di lokasi, tim menemukan jejak-jejak cakaran beruang yang masih terlihat segar di pohon suryan, mengonfirmasi bahwa beruang benar-benar berada di area tersebut.

Udin Ikhwanuddin menjelaskan bahwa meski ditemukan jejak beruang, pihaknya belum berencana untuk memasang perangkap karena interaksi negatife antara beruang dan manusia masih tergolong rendah. “Setelah melakukan verifikasi langsung dilapangan, kami menyimpulkan bahwa risiko interaksi beruang dengan warga belum begitu besar, namun kami akan terus memantau aktivitas beruang ini. Jika ada laporan dari warga, kami akan segera menindaklanjuti,” ujar Ikhwanuddin.

BACA JUGA: Tragis! Petani Karet Diserang Beruang Saat Menyadap, Alami Luka Parah Di Wajah

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, tim BKSDA bersama Pemdes dan warga setempat menggelar sosialisasi untuk memberikan pemahaman mengenai cara-cara yang aman ketika bertemu dengan beruang, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencegah konflik antara satwa liar dan masyarakat. "Tujuan kami adalah untuk menyelamatkan satwa dan memastikan aktivitas berkebun warga tetap lancar, tanpa gangguan dari beruang. Kami berharap ini tidak mengganggu perekonomian masyarakat," tambah Udin.

Pada kesempatan itu, BKSDA juga menyerahkan bantuan berupa petasan kepada Pemdes sebagai alat pengusir beruang, guna menjaga keamanan warga serta mencegah beruang memasuki area permukiman atau kebun.

Sementara itu, Kapolsek Danau Kerinci, IPTU Arisman, SH, MH, berharap jika situasi ini berlanjut dan berpotensi menimbulkan ancaman, pihak BKSDA dapat mengambil langkah tegas dengan melakukan penangkapan beruang. "Tentunya segala tindakan harus melalui berbagai analisis terlebih dahulu. Kami berharap agar warga bisa kembali berkebun dengan tenang dan aktivitas ekonomi mereka tidak terganggu," ujar Arisman.

Pada kesempatan yang sama, M. Taufik salah seorang warga Desa Sanggaran Agung menyambut baik langkah yang diambil oleh BKSDA Jambi dan pihak kepolisian. "Kami merasa lebih tenang setelah adanya sosialisasi dan pemantauan dari tim BKSDA. Kami memang sempat khawatir dengan adanya beruang di sekitar kebun, namun dengan adanya petasan dan informasi yang diberikan, kami merasa lebih siap untuk menghadapi situasi seperti ini," ujarnya.

Warga lainnya, Ari berharap agar BKSDA terus memantau keberadaan beruang ini. Meskipun belum ada kejadian buruk, dia merasa lebih aman jika ada langkah-langkah preventif seperti ini. "Harapan kami, beruang itu bisa dijaga di habitatnya tanpa mengganggu aktivitas kami di kebun, kalau jika interaksi negatif beruang tersebut tinggi, kami minta segera dijerat," ucapnya.

Kegiatan tersebut berakhir dengan kesepakatan untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi antara BKSDA, kepolisian, dan masyarakat setempat demi menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa dan keamanan warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: