Si Jago Merah Mengamuk di Tanjabtim, 10 Hunian Hangus dan Satu Nyawa Melayang
Si Jago Merah Mengamuk di Tanjabtim, 10 Hunian Hangus dan Satu Nyawa Melayang-Wahyu-Jambitv.co
TANJABTIMUR, JAMBITV.CO - Dini hari yang seharusnya sunyi berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api melahap permukiman warga di RT 06 RW 01, Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, Minggu (26/04/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam waktu singkat, si jago merah menghanguskan dua rumah permanen dan delapan pintu bedeng, menyisakan puing dan duka mendalam.
Tragedi ini menelan korban jiwa. Ambo Babak (59), ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak di dalam kamar saat api berkobar. Berdasarkan informasi warga, korban memiliki gangguan pendengaran dan kemungkinan tidak sempat menyadari bahaya yang datang begitu cepat. Saat ditemukan, tubuhnya berada di balik reruntuhan bangunan yang telah hangus terbakar.
Saksi mata menyebutkan, api pertama kali terlihat sudah dalam kondisi besar. Material bangunan yang mudah terbakar serta jarak antar hunian yang berdekatan membuat api dengan cepat merambat, memperbesar skala kebakaran dalam hitungan menit. Warga yang terbangun oleh teriakan dan kepulan asap langsung berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Arab Melayu Jambi, 5 Rumah Hangus Dilalap Api
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur tiba sekitar pukul 00.40 WIB dan langsung berjibaku menjinakkan api. Setelah lebih dari dua jam penanganan intensif, kobaran akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 02.45 WIB.
Upaya pencarian korban kemudian dilakukan secara menyeluruh. Sekitar pukul 03.00 WIB, jasad Ambo Babak ditemukan di antara puing-puing bangunan. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Nurdin Hamzah untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Koordinasi lintas fungsi terus dilakukan guna mengungkap sumber api sekaligus memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan bagi warga sekitar.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama pada malam hari saat sebagian besar warga tengah terlelap. Di balik respons cepat aparat, tragedi ini menyisakan luka dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: