Viral! Siswa SMP di Kota Jambi Dikeroyok Teman Sekelas

Viral! Siswa SMP di Kota Jambi Dikeroyok Teman Sekelas

Viral! Siswa SMP di Kota Jambi Dikeroyok Teman Sekelas-Kodri-Jambitv.co

KOTAJAMBI, JAMBITV.CO  – Dunia pendidikan di Kota Jambi kembali tercoreng. Seorang siswa menjadi korban pengeroyokan oleh teman-temannya sendiri di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung. Mirisnya, aksi tersebut direkam dan videonya beredar luas.

Kejadian pengeroyokan itu terjadi di kelas 7C SMP Negeri 5 Kota Jambi, yang beralamat di Jalan Prof. DR. Moh. Yamin, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. pada Kamis (23/4/2026), tepat saat jam pelajaran terakhir, yakni mata pelajaran PPKN.

Kepala sekolah, Budi Suprianto, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihak sekolah telah mengambil langkah cepat begitu mengetahui insiden itu.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi videonya beredar. Kami sudah meminta maaf dan memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian, guru yang mengajar sebenarnya telah berupaya mencegah dengan teguran lisan. 

BACA JUGA:Viral! Sosok yang Pernah Laporkan Guru Honorer Kini Diduga Selingkuh, Rumah Digerebek Warga

Namun situasi di dalam kelas tidak terkendali hingga berujung pengeroyokan.

“Guru sudah mencoba mencegah dengan suara, tapi memang tidak sampai tindakan langsung,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran sementara, insiden tersebut dipicu saling ejek antar siswa yang kemudian memancing emosi. 

Sejumlah siswa lain diduga ikut tersulut hingga melakukan tindakan kekerasan secara bersama-sama.

“Awalnya saling ejek, tapi memang lebih mengarah ke satu korban. Teman-teman lain akhirnya ikut kesal,” katanya.

Pihak sekolah mencatat ada tujuh siswa laki-laki yang terlibat langsung dalam pengeroyokan tersebut. Sementara itu, video kejadian direkam oleh seorang siswi yang tidak termasuk dalam kelompok pelaku.Saat ini, pihak sekolah telah memanggil orang tua korban dan para pelaku untuk dilakukan mediasi. Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Jambi juga telah turun tangan merespons kasus ini.

“Kami sudah menghadirkan semua pihak, termasuk orang tua. Dinas Pendidikan juga sudah merespons dan ikut memantau,” tambahnya.

Terkait sanksi, Budi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak akan tinggal diam. Namun, keputusan akan diambil setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: