Dinas Kesehatan Kota Jambi Siagakan Fasilitas Kesehatan Hadapi Kasus Campak
Dinas Kesehatan Kota Jambi Siagakan Fasilitas Kesehatan Hadapi Kasus Campak-Kodri-Jambitv.co
KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan untuk menghadapi peningkatan kasus campak di kota tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Elvi Roza di Jambi, Senin, mengatakan kasus campak di kota itu didominasi oleh anak usia 0 hingga 6 tahun.
Berdasarkan data Dinkes setempat per 13 April 2026 tercatat lebih dari 300 kasus campak di Kota Jambi, dengan wilayah Kenali Besar menjadi daerah penyumbang kasus tertinggi sebanyak 57 kasus.
Menurut dia, masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dan mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi guna mencegah penyebaran penyakit menular.
"Mari kita dukung program imunisasi agar anak tetap sehat dan terlindungi dari campak," kata Elvi.
BACA JUGA:Waspada Campak di Jambi, Dinkes Catat 469 Kasus Suspek hingga Maret 2026
Pihaknya juga meminta rumah sakit harus melakukan skrining terhadap pasien dengan gejala campak dan/atau riwayat kontak dengan kasus campak pada pintu masuk rumah sakit, instalasi gawat darurat, rawat jalan, dan rawat inap.
"Kami meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan skrining terhadap pasien bergejala campak serta menyiapkan ruang isolasi jika ditemukan kasus," katanya.
Langkah tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan guna mengantisipasi penularan dan peningkatan kasus campak, terutama pada tenaga medis dan kesehatan.
"Kami meminta tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mengatur jadwal kerja agar tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup guna meminimalkan risiko penularan," kata dia.
Kemudian fasilitas kesehatan diminta menetapkan mekanisme tata laksana bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terpapar, bergejala, suspek, maupun terkonfirmasi campak, sekaligus memperkuat pengawasan melalui tim PPI, K3RS, serta unit mutu dan keselamatan pasien.
Pemerintah kota setempat juga menyiapkan instruksi untuk melaksanakan imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: