HBA Tegaskan Safety First untuk Jamaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah
Anggota DPR-RI HBA : Tidak Tepat Jadikan JBC Kambing Hitam Terus, Investor Enggan Masuk Jambi--Jambitv.co
JAMBITV.CO – Anggota Komisi VIII DPR RI asal Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), menegaskan bahwa keselamatan jamaah umrah harus menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah antisipatif Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang mengimbau penundaan sementara keberangkatan jamaah umrah ke Arab Saudi.
Imbauan tersebut telah diteruskan kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk disampaikan kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Ibadah umrah adalah panggilan suci. Namun perlindungan dan keselamatan jamaah adalah tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar. Prinsip safety first harus dikedepankan dalam setiap kebijakan,” tegas HBA.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jambi, HBA menilai kebijakan penundaan bukanlah bentuk pelarangan permanen, melainkan langkah preventif dan sementara sambil memantau perkembangan situasi keamanan secara real time.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar di dunia, dengan jumlah mencapai lebih dari satu juta orang per tahun sebelum pandemi. Dengan skala sebesar itu, potensi risiko keselamatan, kendala logistik, hingga dampak psikologis jamaah menjadi pertimbangan serius.
HBA mengapresiasi koordinasi antara Kemenlu dan Kementerian Agama sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi WNI di luar negeri.
“Kita tidak boleh panik, tapi juga tidak boleh abai. Ini langkah kehati-hatian pemerintah dalam membaca dinamika global. Ini antisipatif, bukan reaktif,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama dan penyelenggaraan haji-umrah, HBA juga menyampaikan sejumlah rekomendasi agar kebijakan penundaan tidak merugikan jamaah maupun PPIU, antara lain: Skema penjadwalan ulang (reschedule) tanpa denda atau penalti. Jaminan keamanan dana jamaah, termasuk opsi pengembalian dana penuh.
Selanjutnya kata dia Penerbitan surat edaran resmi yang komprehensif agar tidak menimbulkan spekulasi dan Pembentukan pusat informasi terpadu (crisis center) antara Kemenlu, Kemenhaj, dan Perwakilan RI di Arab Saudi.
Menurut HBA, komunikasi diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi selama ini berjalan baik dan harus terus diperkuat demi menjamin keselamatan jamaah dalam situasi apa pun.
“Kita berdoa agar situasi segera kondusif dan seluruh jamaah umrah dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Negara harus hadir memastikan itu semua,” pungkas HBA, anggota DPR RI asal Jambi tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: