Garis Kemiskinan di Jambi Turun 0,30 Persen, BPS: Didorong Sektor Pertanian dan Bantuan Pemerintah

Garis Kemiskinan di Jambi Turun 0,30 Persen, BPS: Didorong Sektor Pertanian dan Bantuan Pemerintah

Garis Kemiskinan di Jambi Turun 0,30 Persen, BPS: Didorong Sektor Pertanian dan Bantuan Pemerintah-Rudiansyah-Jambitv.co

JAMBI, JAMBITV.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat angka kemiskinan di Provinsi Jambi mengalami penurunan sebesar 0,30 persen, dari sebelumnya 7,19 persen menjadi 6,81 persen.

Penurunan tersebut disampaikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar BPS Provinsi Jambi bersama instansi terkait, pada Kamis sore, 5 Februari 2026, di Aula Bappeda Provinsi Jambi.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan penurunan angka kemiskinan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya membaiknya sektor pertanian serta adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

BACA JUGA:Kemiskinan Ekstrem di Sarolangun Ribuan Keluarga Masih Menumpang

“Penurunan angka kemiskinan ini disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya sektor pertanian yang membaik serta adanya bantuan baik dari nasional maupun dari Provinsi Jambi sendiri,” ujar Aidil Adha.

Menurut Aidil, berbagai program bantuan tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Bantuan ini sangat berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan. Ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena sebelumnya berada di angka 7,19 persen dan kini turun menjadi 6,81 persen,” katanya.

Namun, Aidil menambahkan bahwa ke depan belum dapat dipastikan apakah seluruh program bantuan tersebut akan terus berjalan atau tidak.

BACA JUGA:Angka Pengangguran di Jambi Capai Jumlah 82 Ribu Jiwa, Turun sejak Agustus 2024

“Untuk ke depan masih belum bisa dipastikan apakah program bantuan ini terus berjalan atau tidak. Tapi jika dilihat dari catatan program seperti Proja, program jaringan milik provinsi, serta program dari pusat, itu dinilai memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jambi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aidil mengungkapkan bahwa struktur garis kemiskinan di Jambi sebagian besar masih didominasi oleh kebutuhan makanan.

“Sekitar 75 persen garis kemiskinan di Provinsi Jambi berasal dari kelompok makanan, dan 24 persen dari non-makanan,” ungkap Aidil.

Ia menambahkan, jika program bantuan di sektor pangan seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan program sejenis lainnya tetap berjalan, maka kebutuhan dasar masyarakat miskin dapat lebih terjamin.

“Kalau 75 persen yang terdiri dari program MBG dan lainnya tetap berjalan, itu sudah bisa mencakup untuk menutupi garis kemiskinan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: