Keracunan Massal MBG di Muaro Jambi: 148 Korban, SOP Dapur Disorot, Hasil Lab Masih Misteri

Keracunan Massal MBG di Muaro Jambi: 148 Korban, SOP Dapur Disorot, Hasil Lab Masih Misteri

Keracunan Massal MBG di Muaro Jambi: 148 Korban, SOP Dapur Disorot, Hasil Lab Masih Misteri-Yasri Nurhadi-Jambi TV

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan warga di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut dan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Peristiwa ini terjadi setelah warga mengonsumsi makanan bergizi (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti pada Jumat (30/1/2026). Tak lama berselang, korban dari berbagai kelompok usia—mulai dari siswa sekolah, guru, hingga balita—mengeluhkan gejala mual, muntah, dan diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (4/2/2026) siang, sebanyak 148 orang tercatat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Sebanyak 45 orang menjalani rawat jalan, sementara 101 pasien sempat dirawat inap secara kumulatif. Dua pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit lain,” kata Aang.

BACA JUGA:Kasus Keracunan MBG Meluas, Pemkab Muaro Jambi Hentikan Sementara SPPG Sengeti

Ia memastikan seluruh pasien kini telah dipulangkan dan tidak ada lagi yang menjalani perawatan, termasuk dua pasien yang sebelumnya dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, Jambi.

Meski kondisi korban telah membaik, penyebab keracunan masih belum terungkap. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait telah mengamankan sisa makanan serta sampel muntahan pasien untuk diuji di laboratorium yang di lakukan oleh lab provinsi dan tim investigsi dari provinsi jambi.

“Hasil laboratorium belum keluar. Kami masih menunggu untuk memastikan sumber dan jenis kontaminasinya,” ujar Aang.

Di tengah penantian hasil laboratorium, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai menyoroti aspek pengolahan makanan. Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur SPPG.

BACA JUGA:Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Bupati Muaro Jambi Pastikan Pengobatan Gratis

Empat SPPG menjadi sasaran sidak, yakni SPPG Kasang Pudak, Kasang Kumpeh, Niaso, dan Bukit Baling yang tersebar di Kecamatan Kumpeh Ulu, Maro Sebo, dan Sekernan.

Hasilnya, Budhi menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan pangan.

Di SPPG Kasang Kumpeh dan Kasang Pudak, persoalan paling krusial ditemukan pada pengelolaan air limbah. Sistem pembuangan yang tidak memadai dinilai dapat menjadi sumber kontaminasi makanan.

“Ini temuan serius dan harus segera ditindaklanjuti. Saluran pembuangan bak limbah wajib diperbaiki,” tegas Budhi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: