Kasus Dugaan Penganiayaan Berujung Maut Di Kerinci, Jenazah Akhinya Di Autopsi
Kasus Dugaan Penganiayaan Berujung Maut Di Kerinci, Jenazah Akhinya Di Autopsi-Dewi Wilona-Jambitv.co
KERINCI, JAMBITV.CO — Tim forensik Rumah Sakit M. Jamil Padang, Sumatra Barat, melakukan autopsi terhadap Rafi, 18 tahun, warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, yang diduga tewas di duga akibat penganiayaan. Pemeriksaan di lakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian remaja tersebut.
Peristiwa yang menewaskan Rafi terjadi di sekitar perbatasan Desa Koto Tebat dan Desa Kemantan Hilir, tepatnya di pinggir jalan setapak, pada Minggu sore, 25 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, korban berada bersama dua rekannya, Nahla (15) dan Ulf (15). Polisi menduga pelaku penganiayaan berinisial SS.
Permintaan otopsi diajukan oleh pihak keluarga korban. Kepolisian Resor Kerinci kemudian berkoordinasi dengan keluarga dan mendatangkan tim ahli forensik dari Padang. “Permintaan keluarga kami tindak lanjuti untuk memastikan penyebab kematian,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kerinci, Ajun Komisaris Polisi Very Prasetiawan, mewakili Kapolres Kerinci AKBP Ramadhnil.
BACA JUGA:Terungkap! Mayat Yang Ditemukan Di Kebun Kelapa Adalah Korban Pembunuhan
Tim forensik yang dipimpin dokter forensik dr. Taufik tiba di Kota Sungai Penuh pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar pukul 17.15 WIB. Autopsi dilakukan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen M. Thalib mulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung sekitar tiga jam.
Menurut Very, otopsi dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang berujung kematian. “Hasilnya akan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menunggu hasil resmi otopsi dari tim forensik. Penyidikan kasus tersebut masih terus berjalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: