Pembangunan Jalan Desa Di Protes, Warga Justru Mendapatkan Ancaman Dari Keluarga Kades
Poto Warga saat di lakukan wawancara --
Jambitv.co, kabupaten Sarolangun, Pembangunan Jalan Desa Di Protes, Warga Justru Mendapatkan Ancaman Dari Keluarga Kades, hal ini terjadi di desa taman bandung kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun. Di mana seorang warga atas nama Mela melakukan protes atau kritikan melalui media sosialnya, kritikan tersebut terkait dengan pembangunan akses jalan rigit beton melalui dana desa yang seharusnya di bangun sepanjang 300 meter namun nyatanya hanya kurang lebih 20 meter saja yang terealisasi.
Mala juga menyebutkan protes terkait anggaran pembangunan tahun 2025 ini di unggahnya melalui media sosial sebagai kritikan ketidak puasan terhadap kinerja pemerintah desa, namun kritikan yang di sampaikannya tersebut justru mendapatkan balasan kata kata Tidak menyenangkan dan ancaman dari keluarga kepala desa.
“ iya benar saya mendapatkan ancaman, serta kata kata yang tidak pantas dari keluarga kades setelah memposting kritikan saya, hal ini tentu sangat mengganggu sehingga dirinya berencana untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib.” Tegas Mela. ( 26/01/2026 ).
Selain itu kritikan lain juga di sampaikan oleh Darmawi , yang mana selain mempertanyakan pembangunan rigit beton melalui anggaran desa, dirinya juga mempertanyakan anggaran perawatan tanah khas desa yang saat ini sudah di tanami sawit, karena saat ini kondisinya tidak terawat bahkan sudah menjadi semak belukar lagi.
“ Kami juga mempertanyakan kemana anggaran perawatan tkd yang saat ini di tanami sawit, lebih kurang 5 hektar, karena kondisinya tidak terawat dan sudah menjadi semak belukar kembali.” Ungkap darmawi.
Hal tersebut belum lagi anggaran lainnya seperti perawatan Kantor Desa yang sudah Tak Terawat serta bangunan desa lainnya, sehingga warga meminta agar Pemerintah Daerah ataupun OPD terkait dapat memeriksa anggaran anggaran yang sudah terkucur di Desanya Taman Bandung, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian kemana dan untuk apa anggaran desa yang selama ini masuk ke desa mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: