Kapolda Jambi: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Komunikasi Terbuka, Media Jadi Mitra Strategis Polri

Kapolda Jambi: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Komunikasi Terbuka, Media Jadi Mitra Strategis Polri

Polda Jambi menggandeng media, akademisi, dan masyarakat memperkuat komunikasi publik serta menangkal hoaks melalui diskusi bertema Polri di era digital.--

 

JAMBITV.CO – Di tengah derasnya arus informasi digital yang dibanjiri hoaks dan disinformasi, Polda Jambi memperkuat kolaborasi dengan media massa, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jambi Tahun 2026 yang digelar di Hotel Odua Weston Jambi, Selasa (7/7/2026).

Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat, Bersama Media Membangun Citra Polri yang Inspiratif di Era Digital", forum ini menjadi ruang dialog antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat guna memperkuat komunikasi publik sekaligus meningkatkan literasi digital.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dan dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, para Pejabat Utama Polda Jambi, pimpinan redaksi media, organisasi pers, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari kemampuan mengungkap kasus dan menegakkan hukum, tetapi juga dari keberhasilan membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka, humanis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menuntut Polri semakin adaptif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Peran Humas Polri kini semakin strategis sebagai jembatan komunikasi antara institusi kepolisian dengan masyarakat," ujar Irjen Pol. Krisno H. Siregar.

Ia mengajak media massa, akademisi, mahasiswa, hingga para kreator konten menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, dan bebas dari penyebaran informasi palsu.

Menurut Kapolda, sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

"Keberhasilan Polri tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka, transparan, humanis, dan bertanggung jawab. Sinergi antara Polri, media, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat harus terus diperkuat untuk menghadirkan ruang digital yang sehat dan membangun," tegasnya.

Diskusi publik menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Dr. Mochamad Farisi, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi, serta AKP Suhartono, Kanit I Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi.

Selain membahas tantangan komunikasi publik di era digital, forum tersebut juga mengupas perkembangan kejahatan siber, pentingnya literasi digital, serta strategi menghadapi penyebaran hoaks yang semakin masif.

Peserta juga mendapat inspirasi dari Aipda Arjunif, Bhabinkamtibmas Polres Bungo, yang memaparkan berbagai inovasi pelayanan kepada masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti peserta dari kalangan media, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Jambi dalam membangun komunikasi publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Menurutnya, di era digital kecepatan penyampaian informasi harus selalu diimbangi dengan akurasi, keterbukaan, dan tanggung jawab agar tidak memicu disinformasi di tengah masyarakat.

"Bapak Kapolda menegaskan bahwa di era digital, kecepatan penyampaian informasi harus diimbangi dengan akurasi, keterbukaan, dan tanggung jawab," ujar Erlan.

Ia menambahkan, melalui forum tersebut Polda Jambi ingin mempererat sinergi bersama media, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama menangkal hoaks, meningkatkan literasi digital, serta menghadirkan informasi yang kredibel.

"Polda Jambi akan terus membuka ruang dialog dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sebagai upaya membangun kepercayaan publik sekaligus mewujudkan Polri yang semakin Presisi, humanis, dan dekat dengan masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait